I LOVE Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir


Menjadi bagian dari keluarga besar UIN Malang dan salah satu mahasiswi jurusan IAT tidak pernah aku bayangkan sebelumnya, karena sebenarnya aku sangat mendambakan bisa kuliah di kampus dan jurusan lain (jurusan yang berkaitan dengan MIPA dan kesehatan). Kini aku pun berlabuh dijurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir setelah aku mencoba daftar dan tidak di terima di jurusan dan kampus lain. Mendaftar di UIN Malang adalah keinginan dari salah satu guruku di Aliyah, ya tepatnya adalah wali kelas ku sendiri. Aku pun mengikuti apa yang beliau sarankan, walaupun pada hakikatnya hati kecil ini tidak mau. Orang tua merasa bahwa kuliah di UIN Malang itu terlalu jauh, sehingga akan sulit bertemu, sudah terbayang jarangnya pulang dan bisa bertemu keluarga karena jarak jauh. 

Ada beberapa jalur yang ku ikuti saat pendaftaran kuliah. Diantaranya SNMPTN, SPAN, PBSB, Mandiri Prestasi dan aku sempat daftar di Politeknik juga. Selain impian ku yang begitu besar akupun sangat berharap agar bisa kuliah dengan gratis, karena orang tuaku belum mampu jika harus membayar puluhan juta untuk biaya kuliah. Maka dari itu, aku harus berjuang keras agar bisa berkuliah dengan gratis. Aku sangat percaya diri, karena guruku bilang bahwa :”.........(perkataan menyemangati)” Dari perkataan itu aku merasa bahwa peluangku besar untuk dapat diterima kampus yang aku idamkan.
Singkat cerita aku pun diterima di UIN Malang melalui jalur SPAN dengan jurusan yang asal-asalan aku pilih saat mendaftar online. Bersamaan dengan pengumuman tersebut akupun dinyatakan lolos sebagai mahasiswa yang mendapatkan beasiswa Bidikmisi dan itukah yang membuat wali kelas beserta orang tuaku bangga. Guruku berkasta: “Kamu harus mengambil kesempatan berharga itu, UIN Malang cocok untuk penghafal Qu’an sepertimu, Insyaalloh disana kamu akan betah karena lingkungannya yang baik dan mendukung untuk terus mempelajari agama.” 
Syukur Alhamdulillah saat diterima sebagai mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi, karena memang ketatnya persaingan pendaftran Bidikmisi. Namun, hatiku masih belum puas dengan diterimanya di kampus UIN Malang yang memang bukan kampus yang aku inginkan. Banyak cita-cita yang sudah aku bayangkan ketika duduk di bangku Madrasah Aliyah. Aku pun mencoba mendaftar lewat jalur lain dengan harapan diterima dan bisa menggapai impian-impianku. Lelahnya berjuang kesana kemari, ke Bandung, ke Yogyakarta yang menghabiskan banyak uang orang tua. Tiba waktunya pengumuman, betapa hancurnya hatiku ketika membaca pengumuman bahwa aku tidak diterima di dua kampus idaman itu. Banjir air mata seharian, ahh begitu lebaynya aku. Makan dan minum pun tidak nafsu, rasanya tak ada lagi harapan untuk bangkit, untuk kembali berjuang dan belajar dibangku perkuliahan.
Jika jurusan “Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir” adalah pelarian, mungkin itu juga benar. Sejatinya hatiku ketika pertama kali menginjakan kaki di Kota Malang belum benar-benar ikhlas, masih ada rasa terpaksa. Namun, inilah takdir yang sudah Allah tetapkan untukku, aku yakin suatu saat akupun akan merasakan hikmah dibalik semua ini. Karena jurusan “Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir” adalah pilihan terakhirku dan ternyata memang banyak teman-temanku yang juga mengalami hal seperti ini.
Banyak pertanyaan yang terlintas dibenakku, yang seolah mengangguku saat aku sedang berusaha mengikhlaskan semua ini. Mau jadi apa kamu setelah lulus kuliah? Apakah ada yang menerima ketika aku melamar pekerjaan? Bagaimana dengan pekerjaanku nanti? Bagaimana dengan masa depanku nanti? dan masih banyak lagi pertanyaan yang tidak jelas jawabannya. Aku pun terus berupaya untuk melawan keraguan yang selalu menghalangiku.
Kini sudah tiga semester aku habiskan waktu di jurusan “Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir”. Berbagai episode uang ku lalui bersama teman-temanku di IAT. Suka duka yang ku jalani dengan teman-teman yang sedang berjuang menghafalkan Al-Qur’an, dengan orang-orang hebat, santri lulusan ponpes ternama dan teman-teman yang sudah mumpuni di bidang agama membuatku banyak belajar dari mereka. Dan, selama tiga semester berlalu aku menyandang gelar sebagai mahasiswi  jurusan “Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir”. Ge;lar yangh cukup berat bagiku, karena setiap aku ditanya dan menyebutkan bahwa aku adalah mahasiswi “Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir”, selalu ada binat kekaguman dari wajah-wajah orang yang berada dihadapaku.
Mereka yang mendengar aku menyebutkan jurusan “Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir” pasti banyak yang bilag, “waah, mantap…”, waah.. keren..”, “Masyaalloh ya..” atau “Banyak hafal hadis dong?”, “waah.. pasti sudah hafal Qur’an ya..?” Itu merupakan sebagian kecil ekspresi kekaguman yang terlontar dari bibir mereka.
Sebenarnya, entah apa yang membuat kekaguman itu terasa begitu berlebihan bagiku. Tapi yang pasti, mereka semua telah membuatku bangga menjadi bagian dari “Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir”. Ya, bangga bukan karena aku adalah salah satu bukti nyata kekaguman mereka. Namun, karena merekalah yang telah membuatku sadar bahwa memang banyak orang-orang luar biasa di jurusan ini. ingin rasanya aku terus bersama mereka teman-teman IAT sampai saatnya waktuku berakhir di kampus ini. belajar bersama mereka dan dari merekalah aku mengerti banyak hal yang sebelumnya belum aku ketahui.
Kemudian apakah hal tersebut telah membuktikan bahwa jurusan “Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir” memang pilihan yang tepat untukku?. Untuk yang terakhirnya, entahlah.. aku tak tau, aku hanya berusaha meyakinkan diri ini bahwa inilah takdir terbaik yang Allah berikan untukku. Karena bagiku sekarang ini, tak penting jawaban dari pertanyaan itu.
Hal terpenting yang harus aku hadapi sekarang, aku harus menikmati keberadaanku disini. Aku sangat bersyukur dan bangga telah diberi kesempatan untuk mengenal lebih dekat sumber ajaran agama Islam dan semakin menyadari bahwa aku masih bodoh dan harus banyak belajar. Aku bahagia berada di lingkungan yang baik bersama orang-orang baik nan shaleh/shalehah. Aku sangat bersyukur dipertemukan dengan teman-teman pintar, rajin, cerdas, yang baik hati, ramah, sopan, perhatian, pokoknya semuanya deh… hehe.. Aku sangat menyayangi mereka, bahkan rasanya ingin selalu belajar bersama mereka. Hmm… ^_^ 
Alhamdulillah, terimakasih banyak Yaa Rabb.. Engkau telah menempatkan diriku di jurusan ini, yang sering dikenal jurusan ahlul qur’an dan ahlusyurga, jurusan dunia akhiran dapet katanya. Aku yakin Engkau sengaja menempatkanku di jurusan ini, karena disinilah aku akan berhasil, disinilah prosesku menujju kesuksesan, disinilah aku berproses menemukan jati diriku. Aku yakin takdirMu inilah jalan terbaikku. Tidak akan ku sia-siakan kesempatan berharga ini. Semoga Engkau selalu meberikan kemudahan serta keridhaan atas apa yang sedang aku hadapi. Aaamiin.. Semangat selalu… karena orang-orang yang menyangimu sedang menunggu kabar kesuksesan darimu. Manfaatkan waktu sebaik mungkin… Jalaniii, nikmatii,, syukurii, semua akan indah pada waktunya… Aaamiin ^_^
 Terimakasih..😇😇

Komentar