Betapa Hebatnya
Perjuangan Seorang Ibu
Aku sangat merindukan seseorang wanita yang
paling ku kagumi di dunia ini. Sosok pribadi yang menjadi panutan untuk
keluarga. Yach, dia adalah Ibuku. Wanita yang nomor satu dalam hidupku. Wanita
yang paling berharga dalam hidupku.
Ibu..
"Kini tangan itu tak pernah lelah menyemangatiku
untuk terus berjuang menyempurnakan diri sebagai seorang perempuan hebat
seperti dirimu.. Yang mampu mempertaruhkan nyawa demi anaknya...
Ibuu...
Tolong pinjami aku kekuatan hebatmu
lewat tangan yang penuh kerja keras dan untaian do'a tanpa henti..
Lewat tangan itulah, lantunan do'a selalu
dipanjatkan dan puji syukur selalu diucapkan. Tangan itulah simbol dan kasih
sayang yang sesungguhnya" 😍
Selain ungkapan rasa rinduku, aku juga menulis
di blog ini setelah membaca buku yang mengingatkanku akan betapa hebatnya
seorang Ibu.
Buku yang ditulis oleh Abu Chadziq ini
menceritakan beberapa kisah inspirasi dan motivasi agar kita menjadi seorang
pribadi yang yang taat kepada kedua orang tua, terlebih untuk meneladani
seorang Ibu.
Seorang ibu sejatinya adalah sosok yang
dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Peran seorang ibu sejatinya
begitu berat dan sangat melelahkan. Namun, ketika semua rasa lelah itu
dikalahkan oleh rasa cintanya yang tulus kepada anaknya, maka tak ada kata
lelah untuk terus memperjuangkan anaknya.
Seorang Ibu sngatlah bersusah-payah, sejak mulai mengandung ibu harus berjuang keras untuk merawat kandungannya agar tetap sehat, mengorbankan segala aktivitasnya hingga proses melahirkan.
Kemudian setelah anaknya lahir, ia merawatnya dengan penuh kasih sayang hingga si anak tumbuh besar. Ibu memberikan semuanya tanpa mengharap imbalan dan cinta tulus kepada anaknya tak pernah pudar hingga akhir hayatnya. Sungguh pantas jika seorang ibu dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
Seorang Ibu sngatlah bersusah-payah, sejak mulai mengandung ibu harus berjuang keras untuk merawat kandungannya agar tetap sehat, mengorbankan segala aktivitasnya hingga proses melahirkan.
Kemudian setelah anaknya lahir, ia merawatnya dengan penuh kasih sayang hingga si anak tumbuh besar. Ibu memberikan semuanya tanpa mengharap imbalan dan cinta tulus kepada anaknya tak pernah pudar hingga akhir hayatnya. Sungguh pantas jika seorang ibu dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
Allah menjelaskan dalam beberapa ayat Alquran
bahwa kita diwajibkan untuk berbakti kepada seorang ibu, diantaranya dalam
Qur'an surah Luqman ayat 14 :
وَوَصَّيْنَا
ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ
فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat
baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan
lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah
kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”
Kemuliaan seorang ibu dapat digambarkan dalam
beberapa hadits yang bisa kita jumpai dari berbagai sumber baik itu dari buku,
kitab maupun internet. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda ketika
ditanya oleh seorang sahabatnya:
عَنْ أَبِيْ
هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ
بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ
ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu,
beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi
wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti
pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang
tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi
wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa
lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian
siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian
ayahmu.’” (HR. Bukhari dalam shahihnya no. 5971_kitab
al-Adab, bab siapakah manusia yang paling berhak untuk dilayani dengan baik)
Hadis tersebut menjelaskan betapa mulianya
derajat seorang ibu. Adapun hadits lain yang menegaskan bahwa kita tidak boleh
mendurhakai seorang ibu.
إن الله
حرم عليكم عقوق الأمهات ووأد البنات ومنع وهات . وكره لكم قيل وقال وكثرة السؤال
وإضاعة المال
“Sesungguhnya Allah mengharamkan kalian berbuat
durhaka kepada ibu-ibu kalian, mengubur anak perempuan hidup-hidup, menolak
kewajiban dan menuntut sesuatu yang bukan menjadi haknya. Allah juga membenci
jika kalian menyerbarkan kabar burung (desas-desus), banyak bertanya, dan
menyia-nyiakan harta.” (HR. Bukhari No. 5975 dan Muslim No. 4457).
Seorang ibu adalah sosok yang selalu dikagumi.
Beliau senantiasa berperan besar dalam keluarga, mengemban amanah untuk menjadi
panutan bagi anak-anaknya, mempunyai tanggung jawab yang teramat besar demi
memberikan yang terbaik bagi sang buah hati.
Ibu tak pernah meminta balasan apapun atas
segala pengorbanan yang telah ia lakukan untuk anaknya. Beliau hanya
menginginkan anak-anaknya kelak berhasil menjadi orang yang baik dan
orang yang bermanfaat bagi nusa bangsa dan agama.
Banyak sekali pengorbanan yang telah dilakukan
oleh seorang ibu. Dari sekian banyaknya kehebatan seorang ibu, ada 4 kehebatan
nya yang mungkin selama ini terasa sepele di mata kita, tapi sejatinya mampu
membuat kita menangis kagum.
Pertama, ibu bangun lebih awal untuk menyediakan sarapan
dan kebutuhan sang anak.
Sebagai seorang anak kita patut mengagumi
kehebatan sosok ibu yang rela menahan rasa ngantuknya demi menyediakan
kebutuhan keluarga. Setiap pagi ibu membangunkan anaknya dan mempersiapkan
anaknya untuk melakukan aktivitas seperti ke sekolah, padahal sejatinya dia
sendiri harus bersiap-siap untuk pergi kerja ke kantor. Dia lebih mengutamakan
seluruh kebutuhan anaknya mulai dari makanannya, pakaian, dan lain sebagainya.
Kedua, ibu selalu menjadi pendengar bahkan sahabat
bagi sang anak.
Sang ibu akan berperan besar untuk membantu
seorang anak apabila sedang mengalami hal buruk atau melewati masa-masa sulit
dalam kehidupannya. Lelahnya ibu bekerja tak menghalanginya untuk terus memberikan
kasih sayang kepada anak.
Sahabat terkadang tidak selalu ada, kekasih pun
tak selamanya selalu menolong, namun seorang ibu akan selalu ada untuk
mendengarkan dan mengerti beban pikiran anaknya. Seorang ibu akan memberikan
solusi terbaik untuk anaknya meskipun mungkin bukan seorang yang berpendidikan
namun kebijaksanaan seorang ibu lah yang dibutuhkan oleh anak.
Ketiga, ibu rela melakukan segala hal dan berkorban
demi sang anak.
Betapa sayangnya seorang ibu terhadap anak, iya
pasti selalu memiliki naluri untuk melindungi anaknya, memberikan yang terbaik
serta kebahagiaan di setiap saat yang ia punya. Ibu tidak akan pernah rela
melihat anaknya menderita.
Misalnya, jika anaknya mempunyai keinginan
untuk membeli sesuatu yang ia butuhkan untuk kepentingan sekolah atau bahkan
hanya untuk kepentingan sehari-hari saja, ibu akan mengorbankan materi serta
tenaga untuk melakukan apapun agar anaknya mendapatkan apa yang ia inginkan. Dia
akan rela menahan keinginannya demi mengutamakan anak-anaknya.
Keempat, Ibu rela tidak tidur semalaman demi menjaga
sang anak yang sedang sakit.
Tak ada seorangpun yang tega melihat anaknya
menahan kesakitan. Ketika anaknya sakit, ibu memposisikan sebagai perawat yang
selalu mendorong semangat anak untuk dapat sembuh. Setiap ibu yang melihat
keberadaan anaknya sakit, pasti ia akan mengurus dan menjaganya dengan penuh
kasih sayang hingga anaknya dapat kembali sehat.
Semoga kita tergolong sebagai anak sholih/sholihah
yang selalu berbakti kepada ibu dan tidak pernah melupakan pengorbanannya yang
sangat mulia dalam kehidupan kita. Kesakitan yang ia rasakan demi melahirkan
kita kedunia sungguh tidak dapat terbalaskan.
Marilah kita merenungi kembali atas jasa-jasanya. Jangan sampai kita telat untuk mengabdikan diri kepada ibu. Manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk terus mencintai, menyayangi, dan membahagiakan beliau.
Marilah kita merenungi kembali atas jasa-jasanya. Jangan sampai kita telat untuk mengabdikan diri kepada ibu. Manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk terus mencintai, menyayangi, dan membahagiakan beliau.
Salam sayang untuk ibuku yang sedang berjuang
di sana.
Sekian, terimakasih banyak ✨
Semoga dapat mengingatkan teman-teman untuk
lebih menyayangi ibu❤
*foto ini diambil saat Ibu mengantar keberangkatanku ke Malang :)

Komentar
Posting Komentar