Kenapa kita harus melakukan tirakat?



Menjadi Pribadi Sukses Melalui Tirakat

Sukses merupakan kata yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang yang terfikirkan dalam benak kita bahwa sukses itu berhasil dalam segala hal, terutama dalam masalah karir atau keuangan.



Namun, idealnya sukses itu bisa mencapai apa saja yang kita inginkan. Sukses juga memiliki arti tersendiri dalam Islam. Bedanya sukses dalam Islam ialah bukan hanya berhubungan dengan hal duniawi saja seperti yang sebagian besar orang fikirkan selama ini, melaikan berhubungan juga akhirat.

Seringkali dikatakan bahwa: "Niatkan segala sesuatu untuk ibadah dan tirakat..!"




Kata-kata tersebut mengingatkan kita bahwa sejatinya salah satu tujuan hidup adalah beribadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Addzariyat ayat 56. Di samping itu kita juga harus berikhtiar untuk mencapai apa yang menjadi cita-cita kita semata-mata untuk mengharap ridho Allah subhanahu wa ta'ala.

Biasanya usaha itu dikenal dengan bahasa tirakat. Bahkan apapun yang kita lakukan dalam berusaha mewujudkan keinginan kita itu disebut tirakat.

Kenapa harus diniatkan tirakat?

“Karena tirakatmu menentukan masa depanmu.” Ketika Allah benar-benar menghargai tirakatmu itu, maka kelak masa depanmu pun akan semudah yang kau inginkan.

Kata tirakat berasal dari bahasa Arab yaitu thariqah yang artinya "jalan yang dilalui". Kemudian dalam bahasa Indonesia diserap menjadi tirakat.

Tirakat juga dapat didefinisikan sebagai salah satu cara untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan. Di lingkungan pesantren tirakat juga disebut dengan riyadhah, yaitu menjalani laku mengendalikan hawa nafsu.

Berbagai upaya dilakukan seseorang dalam tirakatnya. Biasanya di lingkungan pesantren para santri melakukan puasa Ndawud, puasa Senin Kamis, puasa mutih, dan berbagai puasa lainnya. Di kalangan masyarakat Nahdlatul Ulama, tirakat diyakini sebagai cara untuk meningkatkan kualitas spiritual agar semakin dekat dengan Allah subhanahu wa ta'ala dan segala hajat bisa terkabul. 

Karena itulah banyak dari kalangan orang tua yang menjalani tirakat agar anaknya menjadi seorang yang baik, mendapatkan ilmu yang bermanfaat, menjadi orang sukses dan untuk kepentingan kepentingan lainnya.

Banyak pendiri pondok pesantren, kyai, ustadz, guru-guru kita, orang tua kita dan orang-orang sukses lainnya yang telah menjalani kegigihannya dalam melakukan tirakat. Semua tidak ada yang sia-sia. Hasinya akan terasa begitu indah saat usaha itu dilakukan dengan maksimal.

Tirakat itu tidak harus dengan puasa ataupun dengan terus-terusan berdzikir dan membaca Alquran.
Contohnya, bukan sebuah dosa apabila tiap hari kita tidak pernah membaca Alquran, dan tidak membaca sholawat. Bukan sebuah dosa pula jika sepanjang hari kita tidak melakukan salat dhuha. Namun, jika ibadah tersebut kita lakukan dan kita jadikan sebagai rutinitas, tentu kita akan mendapatkan "hadiah" yang berbeda dengan ketika kita tidak melakukannya.

Tirakat diukur dengan kesungguhan dalam melakukannya. Apabila kita melakukan tirakat dengan sungguh-sungguh, maka akan berdampak besar terhadap apa yang kita inginkan.

Apakah kamu tahu mengapa orang non muslim bisa sukses seperti yang kamu lihat?

Itupun karena tirakat. Mereka ikhtiar, berjuang demi masa depan dengan segala kemampuan mereka. Dan itu pun merupakan bagian dari tirakat. 

Contohnya Merry Riana seorang pengusaha sukses dan motivator handal asal Indonesia yang beragama Katolik. Penghasilannya mencapai satu juta dolar Singapura. Ketenaran dan kesuksesan yang diraih Merry saat ini tentu saja didapat dengan cara yang tidak mudah.

Merry dibesarkan dalam sebuah keluarga yang biasa-biasa saja. Ia harus menempuh kehidupan pahit dan penuh perjuangan apalagi setelah ia memilih pindah ke Singapura untuk menempuh pendidikan di tahun 1998. Ia bekerja keras untuk memperbaiki hidupnya dengan pantang menyerah hingga sekarang namanya dikenang sebagai wanita sukses.

Masih banyak lagi orang-orang sukses dari kalangan non muslim lainnya. Saya mencontohkan Mbak Merry karena Ustadz saya sering mengungkit perjuangannya.

Ustadz saya pernah mengatakan bahwa: “Semua keinginan akan tercapai apabila kita mau berusaha menggapainnya.”

Tapi ingat ! Seimbangkan tirakatmu dengan doa dan harapan.
Jadi, jangan tinggalkan tirakat! Jangan lupa do'a ! Jangan berhenti berharap!

Ohh iya,,,
Tulisan ini sebagai perantara ungkapan riduku kepada salah satu sahabat terbaikku yang telah menemani perjalanan tirakat hidupku semasa di pondok (hehe, gini-gini aku juga pernah usaha keras). Semoga dia selalu diberikan kemudahan dalam segala urusannya. Menjadi pribadi yang lebih baik dan selalu memberikan kemanfaatannya dimanapun ia berada. 

Semangat selalu..! Maksimalkan usahamu.. :) 

Semoga bermanfa'at...
Terimakasih….

Komentar

  1. ❤❤❤❤ aamiin. Mudah mudahan tirakat na hasil, manfaat🤗

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin...
      Semangat selalu nu nuju berjuang di Bandung 😍

      Hapus

Posting Komentar