Aku Memutuskan untuk Menghindarimu



Berikut ini adalah segores catatan hatiku tentangnya, tepatnya kisahku dimasa yang telah berlalu. Perasaan yang wujudnya tak terlihat tapi rasanya begitu menancap. Apakah perasaan ini akan tetap ada dan terus berlanjut? Entahlah… tapi aku berharap ini akan sirna dan lenyap dengan seiring berjalannya waktu.


Hmm.. sebenernya, aku menulis ini setelah aku membaca kembali salah satu surat cinta dari dirinya (temanku yang agak spesial dikit). Wkwk... Bisa dibilang lagi nostalgia.. hehe
Sebenarnya, isi suratnya tuh ungkapan cinta. Namun, banyak juga nasihat-nasihatnya. Maklum, dia adalah lelaki sholeh, santri baik, yang seneng banget sama quotes-quotes nasihat gitu…hihi

Oke, aku tulis ya beberapa isi suratnya.. hehe (kata-kata yang menurutku bagus)
Next...
Di surat itu tertulis bahwa.
"Jika aku di sini sedang menanti, kuharap kau disana menjaga... Jika aku di sini sedang berdo'a, kuharap kau disana setia."

Ciee....Memang sedikit alay, hehe.. Kalo bahasa sekarang tuh bucin katanya..

Next..

Sehebat apapun kita merencanakan sesuatu, tetap rencana Allah subhanahu wa ta'ala adalah sebaik-baik rancangan.

"Apabila manusia gagal mencintai Tuhannya maka cinta sejati tidak akan ditemuinya."
Jika tidak meletakkan Allah subhanahu wa ta'ala di hati, jangan tanyakan mengapa tidak ada ketenangan dalam diri.
Jika kesedihan menjatuhkan air mata, maka Allah subhanahu wa ta'ala meminta kita untuk berusaha tersenyum :)

Manusia belajar sakit untuk mengenal sehat. Aku belajar sakit hati untuk mendapatkan cinta sejati.
Menitipkan sukacita di setiap duka cita.
Menitipkan harapan di setiap keraguan.
Pilihlah seorang yang mampu mengerti pikiranmu disaat engkau terdiam, yang mampu merasakan kasih sayangmu disaat kemarahanmu.
Sampai saat ini hanya engkau ".........." (namaku) yang terlalu dalam menyentuh hati.

Cieee.....wkwk... Udah ya sampe situ beberapa penggal isi surat darinya... Hahaa....

C I N T A
Aku memang tidak bisa mendefinisikannya.
Bagiku, cinta itu adalah perasaan yang muncul dalam hati karena tingginya rasa sayang, ya.. tanpa perlu didefinisikan. Karena cinta bukan bagaimana perasaan itu muncul tapi bagaimana agar perasaan itu tetap utuh.

Next..
Beberapa penggal kata yang aku tulis sebagai balasan surat... Hahaa.. :D

Semoga temen-temen yang baca bisa mengambil mutiara hikmahnya ya :)

Bismillah....

Allah subhanahu wa ta'ala telah memberikan dan menentukan ketetapannya sesuai dengan kebutuhan hamba-Nya. Dalam hal ini, Allah subhanahu wa ta'ala telah menentukan seseorang untuk seseorang yang lain, tentunya dengan tujuan kebaikan dan kebutuhan orang yang saling berkaitan tersebut.

Ya..!
Tentunya Allah subhanahu wa ta'ala telah menyiapkan seseorang yang terbaik untuk kita.

Ya..!
Dan aku percaya itu...

Seseorang itu akan muncul dan datang pada saat dan waktu yang tepat.
Allah subhanahu wa ta'ala yang telah merencanakannya.

Tak perlu khawatir, tak perlu takut, bahkan pesimis.
Sejatinya semua yang terbaik akan Allah subhanahu wa ta'ala berikan kepada kita.

Tentunya, akupun tak ingin mendahului segala ketetapan-Nya. Biarlah cinta sejati itu datang di saat dan di waktu yang tepat.

Jika memang kita ditakdirkan untuk bersama, maka pada saatnya nanti kita akan dipertemukan dan disatukan kembali. Namun, apabila tidak ditakdirkan bersama, maka tetaplah bersyukur..!
Karena kita telah dijaga dari cinta yang salah, dan tentunya kita akan dipertemukan dengan cinta yang sejati.

Oke temen-temen, sekian cerita nostalgia dariku.,, hehe
Pada akhirnya aku pun memutuskan untuk menjauh dan tak lagi memberi harapan lebih.
Biarlah Allah subhanahu wa ta'ala yang Maha Mengetahui yang menentukan kisah terbaik kita masing-masing.


Semoga kisah cinta kalian jauh lebih indah ya... dan semoga sampai pada titik halal, langgeng terus, dapet jodoh dunia akhirat.

Thanks sudah membaca… :)
Semoga kelak kita dipertemukan dengan cinta sejati kita masing-masing.

Komentar