Berhati-hatilah..!


Pada kesempatan yang istimewa ini, tepatnya di malam Jum'at yang penuh barokah.. aaamiin, Aku akan mengulas sebuah nasehat tentang kehati-hatian dalam menjalani kehidupan.

Bagiku, berhati-hati merupakan sebuah kata yang dapat menjadi alarm saat aku ceroboh dalam hal apapun, baik perkataan maupun perbuatan.

Pada suatu hari setelah selesai ujian akhir semester satu, tepatnya diakhir tahun 2018, aku dan teman-teman kelas IAT mendapatkan nasehat dari seorang dosen Sejarah Peradaban Islam, yaitu Ustadz Abd Ro'uf l, M.H. Beliau adalah pribadi luar biasa, sosok tauladan bagi kami semua. Akhlaknya, tutur katanya, cara beliau menyampaikan materi, dan tentang kepribadiannya begitu membuat kami terkagum-kagum. Seorang pribadi yang dekat dengan Al-Qur'an memang selalu menyejukan, baik pandangan maupun hati yang merasakannya.

"Ustadz Ro'uf" merupakan panggilan beliau, seorang dosen fakultas Syari'ah yang cukup populer. Selain sebagai dosen, beliau juga adalah  pengasuh Pondok Pesantren Bani Yusuf. Pesantren tersebut dikhususkan untuk putra saja dan lebih memperdalam tahfidznya.

Ketika mengajar, Ustadz Ro'uf juga terkadang menyelipkan beberapa ceritanya, pengalaman, motivasi, ajakan untuk lebih dekat dengan Al-Qur'an dan lainnya. Itu yang terkadang membuatku tidak bosan jika beliau mengajar. Memang terkadang menegangkan, ah tapi itu hanya perasaanku saja yang masih belum terlalu faham terkait mata kuliah yang dibawakannya.
Wajar saja jika banyak mahasiswa/i yang mengaguminya. Sosok ahlul Qur'an yang disiplin dan tidak pilih kasih ketika mengajar, selalu memberikan pemahaman yang maksimal, dan masih banyak lagi keistimewaan beliau yang lainnya.

Sampai saat ini, kata-kata yang pernah beliau ucapkan itu selalu aku ingat, bahkan masih tertulis di catatanku. Karena setelah beliau mengatakan itu, hatiku benar-benar tertegur. Seorang pribadi lemah sepertiku memang sering baper kalo dapet nasehat, apalagi menyangkut perjuangan orang tua. Dengan tersentuhnya hati membuatku kembali dapat menata diri. Harapannya agar diri ini dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Namun nyatanya, terkadang masih labil, semangatnya naik turut.

Berikut adalah ungkapan yang diucapkan oleh beliau:

Kita harus berhati-hati dalam meniti perjalanan hidup.
Dalam perkuliahanpun sama, harus berhati-hati dalam belajar, harus bener2 fokus.
Karena semua pasti akan ada pertanggungjawabannya.
Niatkan untuk beribadah..!!
Apapun nilainya, itu bukanlah masalah. Namun yang menjadi masalah adalah "apakah ilmu itu sudah dipahami betul-betul atau belum".
Masa seperti ini adalah masa untuk mengusai segala hal.
Maka manfaatkan semuanya dengan baik.

Dari nasehat itu dapat kita ingat bahwa dalam menjalani lika-liku perjalanan hidup ini, kita harus menjadi pribadi yang berhati-hati.
Mengapa demikian?

Karena yang terpenting dalam kehidupan ini adalah meniti jalan yang benar, jalan orang-orang yang telah diberikan petunjuk oleh Allah Swt, dan bukan jalan orang-orang yang dibinasakan-Nya.
Sebagaimana dalam Al-Qur'an, surat Al-Fatihah:

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ - ٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ - ٧

“Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."

Jalan kebenaran memang sangat berliku. Karena tidak semua orang dapat merasakan jalan yang lurus. Perjalanan panjang yang dapat menghasilkan sebuah kisah yang indah tentunya membutuhkan perjuangan panjang untuk mencapainya.

Begitu juga dengan perkuliahan. Sebuah perjalanan yang dirasakan setelah melewati berbagai masa dan mengarungi berbagai macam ujian, hingga akhirnya mendapatkan gelar mahasiswa. Semuanya tak lepas dari kehati-hatian kita dalam segala aspek, baik itu saat kita menjawab soal ujian, meminta izin kepada orang tua dan guru, bahkan cara kita menanggapi berbagai macam omongan orang. Kehati-hatian itu selalu menjadi benteng kita untuk dapat menjadi pribadi yang teliti, tegas, dan tentunya pribadi yang berakhlak baik pula.

Saat sudah menjadi mahasiswa, kita juga tidak boleh lepas dari kehati-hatian. Menjalankan amanah dari orang tua untuk belajar harus kita pertanggungjawaban dengan baik. Kalo aku lagi males, biasanya obat paling mujarab itu nginget-nginget perjuangan orang tua, lelahnya mereka dalam bekerja, dan banyaknya harapan mereka untuk kita. Maka dari itulah, kita harus menjadi mahasiswa yang amanah dan berhati-hati dalam menggunakan masa-masa perkuliahan ini.

Sukses itu dimulai dari sebuah perjalanan, baik itu penjalanannya dari pribadi yang buruk menjadi pribadi lebih baik, penjalannya meninggalkan kampung halamannya, bahkan perjalannya dalam meninggalkan perspektif lamanya menuju perspektif baru. Oleh karena itu, jalan yang ada dihadapan kita ini harus di manfaatkan sebaik mungkin.

Jika hari ini kehidupan kita diisi dengan hal-hal yang kurang bermanfaat, marilah kita renovasi dengan menjadikan kegiatan yang lebih produktif. Perlu kita ingat, bahwa kita harus berhati-hati dalam menggunakan waktu. Jangan sampai semua waktu berharga itu terbuang dengan sia-sia.

Berusahalah dengan penuh keyakinan..!! Niscaya ada pengganti dari setiap hal yang telah kita tinggalkan.

Bekerja keraslah..!! Niscaya semua harapan pasti akan tercapai dan kita pun akan merasakan kenikmatan pencapaiannya.

Berhati-hatilah..!! Niscaya kamu pun dapat menaklukkan semuanya.

Semoga coretan ini dapat bermanfaat :D
Salam semangat untuk yang sudah mampir membaca..
Terimakasih..

Komentar