Terimakasih "Maret, April, Mei, Juni"

Terimakasih "Maret, April, Mei, dan Juni"


Empat bulan telah berlalu, mengisahkan memory penuh kenangan, perjuangan, kerja keras, kesedihan, keikhlasan, dan hal lainnya. Semua berlalu begitu rumit, namun tetap selalu ada sisi indahnya. Kan ku ceritakan untaian kisah penuh hikmah, terkhusus untuk pribadi agar kembali belajar, belajar dan belajar.

Coretan alakadarnya, semoga ada sisi baiknya :)


Dear, Maret.

Perjalanan memperjuangkan hafalan Qur'an kembali terus ku lakukan dengan menyetorkan hafalan/muroja'ah kepada Ustadzah yang sekaligus dosenku. Semua bermula sejak awal tahun, kalo gk salah. Aku pun terus mengusahakan agar minimalnya setiap Minggu 3x setoran, meskipun terkadang lebih dan terkadang kurang. Suatu ketika saat aku selesai menyetorkan muroja'ah hafalanku pada Ustadzah, datanglah Ustadz (suaminya beliau sekaligus dosenku juga) menghampiriku. Beliau menanyakan terkait skripsiku. "Alhamdulillah sudah selesai Ustadz, sedang menunggu jadwal pendaftaran". Ketika itu beliau kembali mengajak aku untuk menulis 'jurnal' , ya! lebih tepatnya ke tiga kalinya. Memang, dalam hati aku ingin menjawab "iya" namun seolah ragu. Akhirnya beliau semakin meyakinkanku untuk segera menulis. Kebetulan ada salah satu event "call for paper Jurnal Millati and Jurnal Islam" yang deadline-nya lima hari lagi. Kembali ke pondok pun aku masih ragu, namun karena sudah terlanjur menjawab iya. Sudahlah, apa boleh buat. Mencoba dulu, siapa tau memang jalan terbaik. 

Sebetulnya, masih banyak sekali tugas revisi, persyaratan sidang yang belum terselesaikan, dan hal lainnya yang harus ku kerjakan. Semua harus selesai dalam waktu yang hampir bersamaan karena pendaftaran sidang dibuka minggu depan. Aku pun mencoba menyelesaikan satu persatu. Keesokan harinya Ustadz kembali menanyakan jurnal. Walhasil, dalam dua hari jurnal tersebut selesai dan Ustadz segera membantuku untuk submit. Ternyata sudah melebihi deadline. Hahaha.. aku pun tertawa dan ya sedikit kecewa. Namun, Ustadz sendiri merupakan teman dari salah satu panitia acara tersebut. Akhirnya bisalah masuk lewat jalur dalam.. wkwk.. "Masih bisa, tetapi harus konfirmasi dulu". Dua hari berlalu, aku diingatkan oleh Ustadz "jika nanti jurnalmu diterima dan kamu mendapatkan undangan, berangkatlah ke Salatiga. Insyaallah kamu akan mendapatkan banyak pengalaman, kamu pasti akan bertemu dengan orang orang hebat di sana."

Singkat cerita, wkwk.. Tiba-tiba datanglah pesan 'whatsapp' dari salah satu panitia dan aku diminta untuk hadir diacara yang akan dilaksanakan dua hari kedepan. Otomatis aku harus segera mengurus semua hal terkait keberangkatan. Alhamdulillah aku pun berangkat ke Salatiga seorang diri alias jomblo. Wkwk...

Oh iya ini salah satu dairy ku.. 

Sejak tanggal 9 Maret 2022

Hari ini begitu luar biasa

Terimakasih Rosi, kamu udah kuat sampai titik ini. Meski terbilang masih titik yang belum seberapa. Namun, kamu sudah hebat, sudah kuat. Siapa lagi yang mau memuji kecuali diri sendiri. Yeahh.. haha

Kamu telah melewati banyak perjuangan. Dan itu masih belum seberapa jika dibandingkan dengan perjuangan kedua orang tuamu di rumah.

Skripsi

Jurnal

Ngaji

Setoran

Ngajar

Semua hal itu telah memberikan warna indah di usia 22 ini.

Aku ingin jadi pribadi sabar, tangguh, kuat, cerdas, bijak.. semua hal baik itu akan aku perjuangkan. Ayo apapun yang ada di hadapanmu. Perjuangan ‼️

Terimakasih ya Allah. Ini adalah bagian do'a-do'a orang tua, guru, teman-teman yang menjadikan semua begitu mengalir. Semua rencanaku tak ada apa-apa dibanding rencana-rencana indah-Mu Ya Allah.

Aku harus bisa melewati semua ini 💪

Bismillah.

Oke ceritanya panjang banget di bulan Maret. Alhamdulillah endingnya bahagia ko.

Ini secuil ceritaku yang dipublic di medsos instagram 

Bagiku, banyak sekali pelajaran berharga dari beberapa foto ini (di feed Instagram @deozaky_). Salah satunya tentang kemandirian. Menjadi sosok wanita tangguh merupakan harapan. Namun, semuanya butuh proses. Begitupula menjadi wanita mandiri. Jika bukan karena keterpaksaan untuk mencoba, yaaa kapan lagi. ;) Hingga akhirnya kemandirian telah mengajarkanku pentingnya bertahan dan berjuang. 


Mungkin bagi sebagian orang hal ini biasa-biasa saja. Tapi bagiku semuanya adalah hal istimewa. Bisa bertemu, berdiskusi, bercerita dengan orang-orang hebat dan luar biasa adalah harapan yang selalu ku panjatkan. Betul kata dosenku, kamu perlu membuka mata, perlu jalan-jalan keluar, diluar sana banyak orang-orang hebat yang akan membuatmu lebih semangat belajar.


Menjadi orang terendah (mahasiswi S1) pada saat itu betul-betul mengujiku. Wkwk, pengen kabur.. ehh udah terlanjur duduk, ya sudahlah dinikmati saja.. hehe. Pada akhirnya semua bisa terlewati, meski tak sebagus peserta lainnya. Namun, pribadiku sangat bersyukur telah di pertemukan dengan beliau-beliau yang mempunyai semangat belajar tinggi tanpa memandang usia. Semoga kelak dapat mengikuti jejak belajar mereka... Aaamin...


Yuk, tetap semangat berproses.. Belajar dan belajar..!!!

Sekian 🙏🏻😁


• 14-16 Maret 2022 •


Oh iya, satu lagi ini coretan akhir bulan.. yeaahh selesai sidang.. Alhamdulillah...


Setelah 5 bulan gk pernah buat story WhatsApp.. hehe 🙏🏻🤭

_________________________

Alhamdulillah..

Syukron Rabbii 🥺 Telah menolongku hingga sampai pada titik ini.


Titik ini semakin menyadarkan betapa luasnya samudera ilmu dan 'titik ini belum seberapa'. So, "tetaplah merendah dan bersyukur..!"


~ 25 Maret 2022 ~


Terimakasih :)

Komentar